Eat You Up

Posted: 2 Januari 2012 in horor, kyumin cople, Romance, super junior
Tag:,

______________________________________________________________________________________

“Masa vampire takut menghisap darah manusia? Apalagi kau ini vampire bangsawan! Dimana rasa malumu? Setidaknya kau harus berusaha menjaga nama baik keluarga Kyuhyun-ah!”.

Seorang namja tampan memutar bola matanya bosan.

“Apa kau tak bosan mengatakan hal itu setiap hari hyung? Aku saja yang mendengarnya bosan!”.

Jawab namja itu akhirnya, namun langsung dihadiahi geplakan special dari orang yang dipanggilnya hyung tadi.

“Memang kau pikir karena siapa juga aku selalu bicara seperti ini hah? Karena kau bodoh! Kau pikir aku tak bosan apa?!”.

“Hei… hei… lihat dirimu hyung~ vampire bangsawan macam apa yang boleh mengumpat seperti itu…”.

“Ish… kau ini pintar sekali bicara! Pokoknya aku tak mau tahu. Dalam waktu satu minggu kau harus sudah berani menghisap darah manusia!”. Jawab sang hyung bernada final.

“Mwo? Seminggu? Bagaimana caranya hyung? Kau tahu, darah manusia itu menjijikkan! Membayangkan bibirku harus menyentuh leher mereka saja sudah membuatku mual!”.

Namja bernama Kyuhyun itu tampak memperagakan gesture seakan ingin muntah.

“Jadi kau lebih memilih bibir bodohmu itu menyentuh leher binatang ooh?”.

“Setidaknya darah binatang terasa lebih manusiawi(?) dari darah manusia asli. Kangin hyung…”.

“Kau bicara begitu seakan pernah mencicipi darah manusia saja!”. Dengus namja yang dipanggil Kangin hyung tadi.

“Aku memang tidak pernah mencobanya, tapi aku tahu pasti itu sama sekali tidak enak! Membayangkannya saja sudah membuatku mual!”.

“Ya sudah jangan dibayangkan! Langsung di hisap saja, bereskan?”. Kata sang hyung lagi tak mau kalah.

Kyuhyun hanya mendengus kesal dan memalingkan wajahnya. Kangin yang melihat tingkah autis adiknya itu hanya bisa menghela nafas.

“Sebenarnya apa yang membuatmu tak berani menghisap darah manusia Kyu?”.

“Bukan tak berani hyung, tapi jijik!”. Kangin memutar bola matanya dengan kesal.

“Ya… apapun itu!”.

“Aku jijik melihat manusia hyung. Apalagi kalau harus menghisap darah mereka!”. Kangin tampak menyeringai sebentar, terlihat jelas dari raut wajahnya kalau dia sedang memikirkan suatu kejahatan.

“Kalau begitu aku punya jalan keluarnya!”. Kangin menjentikkan jarinya sebagai tanda kalau dia memiliki ide yang brilian.

Dia tampak memberi isyarat pada suruhannya.

Tak lama kemuadian seorang pelayan datang dengan membawa segelas wine merah. Tunggu… benarkah itu wine?

“Nah… Kyuhyun-ah… minumlah!”. Kata kangin sambil menunjuk gelas yang birisi… ah entahlah, mungkin itu wine.

Kyuhyun tampak mengernyitkan alisnya, namun sedetik kemudian dia langsung meraih gelas dan mencium aroma yang menguar dari dalam gelas itu.

“Ini darah hyung!”. Pekiknya.

“Jinjja? Berarti pelayanku tak salah memasukkan bukan? Minumlah!”. Katanya lagi.

“Mwo? Tapi ini darah manusia hyung!”. Jawab Kyuhyun frustasi.

“Setidaknya kau tidak harus kontak fisik dengan manusia secara langsung bukan?”.

“Tapi tetap sa….”.

“Ku bilang minum ya minum!”.

Kali ini saja… ya hanya kali ini… biarlah seorang vampire Kyuhyun ingat pada tuhan.

Kyuhyun menengadahkan tangan dan mendongakkan kepalanya keatas sambil berteriak histeris.

“YA TUHAN! APA SALAHKU?!”.

Disaat seperti ini, kalau saja tuhan sudi untuk bicara padanya, tuhan pasti akan menjawab dengan senang hati…

“TERLALU BANYAK KYUHYUN-ah…”.

Swiiingg~

Ruangan seketika menjadi sepi karena teriakan Kyuhyun tadi.

“Jadi… kau sudah siap untuk meminumnya?”. Tanya sang hyung sadis tanpa mengindahkan sedikitpun teriakan menyayat hati sang dongsaeng tadi.

“Kau pasti sedang merencanakan sesuatu hyung!”. Seru Kyuhyun sambil memadang hyungnya tajam.

“Sesuatu?”.

“Ya hyung… sesuatu banget!”. Serunya lagi dengan watadosnya.

“Berhentilah berbicara hal yang tak berguna Kyuhyun-ah… sekarang minumlah!”. Teriak hyungnya lagi.

Kyuhyun tampak ragu namun sedetik kemudian dia langsung menutup mulutnya sambil menggeleng dengan keras.

“Aish… kau ini! Apa susahnya sih? Tinggal ambil gelasnya, minum, lalu telan! Bereskan?”.

“Kau menyuruhku menelan gelas hyung?”.

“Kalau kau mau kenapa tidak?”. Jawab sang hyung dengan watadosnya.

“Aish… only in your dream hyung…”. Kata Kyuhyun lagi, kali ini dengan memalingkan muka sambil menutup mulutnya rapat-rapat.

Kangin yang melihat tingkah adiknya itu hanya bisa menggaruk kepalanya frustasi. Bagaimana tidak? Segala macam cara telah dilakukannya.

Mulai dari membuat bakpao isi darah(?), jus strawberry yang diberi sedikit campuran darah, saus tomat tentunya dengan sedikit campuran darah hingga lipstick dengan warna darah.

Ehm… lupakan yang terakhir itu, ternyata lipstick dengan warna darah itu adalah benda kesayangan Kim Heechul, seorang ajjumah cerewet yang harus meregang nyawa karena darahnya dengan ‘tidak sengaja tapi terencana’ disedot habis oleh Kangin dulu.

“Ah!!”.

Kangin tiba-tiba saja berteriak sambil menjentikkan jarinya dengan keras, pertanda mendapatkan sebuah ide luar biasa (lagi).

Membuat Kyuhyun yang baru saja berniat kabur sedikit tersentak dan buru-buru kembali pada posisi semula (read:memalingkan wajah sambil menutup mulut rapat-rapat).

“Siwon-ah… panggil Sungmin kesini…”.

Kyuhyun yang mendengar nama kekasih tercintanya disebut-sebut hanya bisa mengerutkan keningnya.

“Baik tuan”. jawab salah satu pengawal yang berbadan kekar -yang dipanggil Siwon tadi.

Selang beberapa menit kemudian, sosok namja mungil itu terlihat memasuki ruangan. Oh… jangan lupakan senyum manis dan sinar matanya yang senantiasa berbinar-binar itu.

Jangan salahkan Kyuhyun yang merasa sangat ingin menyemprotkan racun serangga kearah namja-namja yang melihat kebohaian kekasihnya ini dengan mulut menganga.

Tapi salahkan saja Sungmin yang mampu menggoda iman siapapun yang melihatnya walau hanya dengan sebuah senyuman.

“Anda mencari saya tuan?”. Tanya pemuda mungil itu yang sudah terlanjur author sebutkan namanya tadi.

Sungmin… Lee Sungmin lebih tepatnya. Atau Cho Sungmin? Ah… entahlah… terlalu banyak hal yang menjadi misteri dalam kehidupan vampire ini, membuat otak siapapun yang memaksa memahaminya menjadi njelimet#plak.

“Ne… Sungmin-ah… bisakah kau membantuku untuk melakukan sesuatu pada bocah ini?”.

Tanya Kangin akhirnya sambil mengedikkan dagunya kearah Kyuhyun yang terlihat tengah sibuk memelototi semua orang yang secara terang-terangan menatap SungminNya.

“Maaf saya kurang mengerti… bisakah anda menjelaskannya pada saya?”. Tanya Sungmin kembali membungkukkan badannya.

“Kau tahu ‘kan, Kyuhyun itu tidak berani menghisap darah manusia?”.

“Ne…”.

“Bukan tidak berani! Tapi jijik hyung!”. Kyuhyun tampak meralat ucapan hyungnya.

“Jadi… bisakah kau membuatnya untuk sedikit berani melakukan itu?”. Tanya sang hyung lagi, tanpa sedikitpun mengindahkankan aksi protes sang dongsaeng.

“Aish…”. Kyuhyun hanya mampu mendengus karena merasa menjadi adik yang tak dianggap.

“Mianhe… saya masih kurang mengerti tuan…”.

Kata Sungmin yang ternyata juga tidak menyadari wajah kekasihnya yang saat ini telah tertekuk menjadi 18 lipatan, mirib seperti ajjumah-ajjumah di grup ‘KyuMin Yaoi’ yang melakukan oplas 15 kali tapi gagal semua, namun serpihan-serpihan plastiknya masih tertinggal… nah… bayangkan sendiri bagaimana keadaan wajah itu saat ini.

Kangin tampak menghela nafas sebentar.

“Bukankah kau ini vampire setengah manusia? Ibumu seorang manusia bukan?Mungkin saja jika menghisap darahmu dia tidak akan merasa terlalu jijik dan malah akan sedikit demi sedikit bisa menerima rasa darah manusia sehing…”.

“Tunggu! Apa hyung bermaksud menyuruhku menghisap darah Minnie hyung?”. Kyuhyun dengan cepat memutuskan kalimat hyungnya karena mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres.

“Anak pintar…”. Jawab Kangin bernada santai, jauh berbeda dengan keadaan adiknya yang tampak menegang.

“Kau gila hyung! Bagaimana mungkin aku memakan kekasihku sendiri?!”. Teriak Kyuhyun frustasi.

Kangin yang mendengar ucapan adiknya tadi malah menyeringai sambil mengerlingkan matanya.

“Hei… bukankah kau memang sering ‘memakan’ Sungmin? Bahkan setiap malam! Apa kau pikir aku ‘tak

mengetahuinya?”.

“E…eh… itu… ta… tapi itu… memakan… memakan dalam artian… artian… aishh!!”.

Kyunyun menggaruk kepalanya dengan jengah, wajahnya bahkan sudah memerah sampai ketelinga. Entah apa yang ada di pikirannya saat ini.

Sementara Sungmin sedari tadi hanya menampakan tampang pongo tingkat dewanya, namun sedetik kemudian dia kembali menunduk…

“Maaf… tapi saya… masih belum mengerti yang anda bicarakan tadi…”.

GUBRAAK…

Kangin, Kyuhyun beserta para pengawal yang mendengar ucapan polos Sungmin barusan hanya bisa nyungsep bersama, karena mungkin sekedar sweatdrop saja tidak akan mampu mewakili perasaan mereka saat ini.

Hem… terdengar cukup lebay… tapi biarlah, anggap saja sebagai pemanis(?).

Kyuhyun yang tampaknya sudah bisa menguasai dirinya kembali, dengan tergesa menarik tangan Sungmin dan membawanya keluar dari ruangan tempat berlangsungnya pembicaraan nista tadi.

Sementara Kangin yang melihatnya hanya bisa tersenyum puas sambil tak henti-hentinya meneriakan ucapan penyemangat untuk sang adik, seperti “Selamat berjuang!”, “Semoga berhasil!”, “Berusaha yang kuat!” dan sebagainya.

___________________________________________________________________________

Skip Time

___________________________________________________________________________

*Kamar KyuMin*

Kyuhyun yang sedang tiduran diranjang akhirnya merasa jengah juga karena dari tadi di desak oleh sang bunny Min –kekasihnya- untuk segera menghisap darahnya.

Ya… Sungmin sudah faham sekarang, karena tadi, setelah mereka keluar dari ruangan nista itu, Kyuhyun telah menjelaskan dengan sedetail-detailnya maksud dari ucapan hyungnya tadi.

Benar-benar detail! Sedetail penjelasan Kim Reowook –tukang masak dirumah itu- saat mengajari kyuhyun cara membuat ramen yang baik dan benar.

Dan tampaknya sekarang Kyuhyun tengah menyesali perbuatannya tadi karena sekarang kelincinya justru terus menerus mendesak menyuruh Kyuhyun untuk menghisap darahnya.

Bukannya dia tak mau atau lebih parahnya jijik pada kekasihnya sendiri, tapi dia justru takut, takut jika nanti dia malah lepas kendali dan menghisap darah kekasihnya ini sampai habis.

Hei… tidak ada yang bisa menjaminkan? Hal apa saja yang akan terjadi nanti? Dia hanya tidak ingin menanggung resiko kehilangan bunnynya. Itu saja!

“Ayolah Kyu… sebentar saja… kau tidak mau ‘kan, terus-terusan jijik pada darah manusia?”. Minnie kembali merengek.

“Aku tak perduli hyung!”. Jawab Kyu acuh sambil menarik lengan bajunya yang terus-terusan ditarik oleh kelinci keras kepala itu.

“Sebentar saja Kyu~”.

“Sirheo!”.

“Hanya tancapkan taringmu dileherku lalu hisap sedikit kemudian dicabut lagi! Gampang ‘kan?”.

Hem… benarkah segampang itu?

“Tapi rasanya pasti sangat sakit hyung~ sudahlah… kita makan es krim saja, bagaimana?”. Kyuhyun mulai membujuk kelinci manis ini sambil membelai kepalanya dengan sayang.

“Sirheo!!!!”. Sungmin berteriak dan langsung mengembungkan pipinya sambil membelakangi Kyu.

“Chagi~ janganh ngambek dong… aku hanya tak ingin menyakitimu… itu saja…”. Rayu Kyuhyun sambil merengkuh tubuh kekasihnya kedalam sebuah pelukan hangat.

“Tidak akan sakit chagi~ percayalah… coba sekaliiii saja ne…”.

Sungmin mendongak menatap wajah kekasihnya dengan tatapan andalannya.

Huh… kalau sudah begini, apa mau dikata? Bahkan Kyuhyun yang terkenal evilpun bisa bertekuk lutut dibuatnya.

“Huh… arraseo… arraseo… nanti kalau sakit bilang ya hyung~”. Kata Kyu akhirnya.

“Yippi…”. Girang sungmin sambil menyibakkan rambut yang sedikit menutupi lehernya.

Dengan ragu dan perlahan Kyuhyun mulai menyurukkan kepalanya kesela-sela lekukan leher kekasihnya.

Perlahan dikecupnya leher itu lembut, melumatnya dan memberikan jilatan-jilatan kecil disana. tangannya mulai menyusup kedalam kaus pink Sungmin, memainkan sesuatu yang bersemayam disana.

Perlahan tangannya mulai bergerak liar, membuat Sungmin yang awalnya terlena segera sadar.

“Kyu… jangan berbuat yang aneh-aneh… cepat tancapkan taringmu disana, lalu hisap darahku…”. Sungmin kembali memiringkan kepalanya lebih dalam, berusaha memberi lahan(?) yang lebih luas untuk Kyuhyun dalam melakukan aksinya.

Kyuhyun tampak terdiam dan menimbang-nimbang.

“Hung~ ingat, kalau sakit bilang ya… aku akan melakukannya sekarang…”.

Kyuhyun mulai mengeluarkan taringnya saat merasakan anggukan semangat kekasih mungilnya ini.

Tak butuh waktu yang lama hingga kedua taring itu menancap dengan sempurna di leher putih SungMin.

Sungmin tampak mengernyit sambil menggigit bibirnya menahan rasa ngilu yang mulai menggerogoti lehernya.

Kyuhyun perlahan mulai menikmati kegiatan barunya ini, dia hisap dengan kuat darah yang mengalih diantara taringanya tanpa menyadari wajah Sungminnya yang mulai memucat.

Benar… dia mulai kehilangan kendali.

Sungmin memejamkan matanya, pandanganya seakan mulai berkunang-kunang dan menggelap seiring dengan tetes demi tetes darahnya yang berpindah ke tubuh Kyuhyun.

“Kyuh… sa… sakit…ah…”.

Cukup…

Suara erangan pelan itu telah cukup menyadarkan Kyu dari dunia barunya.

Dengan cepat dia mencabut taringnya dan menangkupkan kedua tangannya di kedua pipi Sungmin.

Rasa bersalah mulai merasuki dirinya saat melihat wajah pucat itu. Inilah… inilah yang dia takutkan sejak tadi.

Ketakutan akan pengendalian dirinya yang begitu lemah.

“Mianhe… mianhe… mianhe jeongmal…”. Dia berbisik lirih sambil memeluk erat kekasihnya yang saat ini tengah berusaha mempertahankan kesadarannya.

Entah sudah berapa banyak darah yang dia rebut dengan egoisnya dari tubuh kekasihnya ini.

Benar… dia memang sangat egois.

Perlahan direbahkannya tubuh mungil itu di ranjang, menyelimutinya dan memeluk tubuh itu dengan lembut. Membelai kepalanya dengan sayang sambil menyenandungkan lagu-lagu cinta.

“Mianhe…”. Ucapnya sekali lagi sambil mengecup kening kekasihnya dengan lembut dan kembali menyendungkan lagu cinta hingga keduanya tertidur dalam buaian angin malam yang berhembus perlahan.

Morning

Sungmin mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan dengan cahaya yang menerobos di celah-celah gorden.

“Chagiaa~ kau sudah bangun?”.

Sungmin mengalihkan pandangannya kearah pintu. Terlihat Kyuhyun masuk dengan segelas cairan berwarna merah ditangan kirinya.

“Ini…”. Katanya sambil menyodorkan gelas tadi kearah Sungmin, yang langsung disambut oleh kekasihnya itu.

“Darah?”. Sungmin mengernyitkan alisnya saat mengenali aroma dari cairan ditangannya itu.

“Ne… minumlah…”. Jawab Kyu sambil tersenyum manis.

Sungmin langsung meneguk cairan itu dengan lahap karena memang inilah yang dia butuhkan saat ini. Dia kehilangan banyak darah semalam.

“Hem… mashitta…”. Pekiknya sambil menjilati sisa-sisa darah di sekitar bibirnya.

“Jinjja? Aku sendiri ‘loh yang memburunya!”. Kata Kyu sambil membusungkan dadanya bangga.

“Sungguh?”.

“Ne… aku menghisap darah seorang ajjumah-ajjumah centil yang mengaku memiliki empat suami, dan seorang ajjumah lebar yang bersayap(?), hyung tahu? Rasanya sangat menyenangkan saat menancapkan taringku ini dileher mereka dan mendengar jerit kesakitan mereka hahaha…”.

Sungmin hanya tersenyum dan langsung mengecup bibir kekasihnya itu dengan lembut.

“Kau sudah tidak jijik lagi sekarang?”.

“Ini berkat dirimu chagia~”. Jawab Kyuhyun sambil merengkuh wajah kekasihnya dan mengelus pipi itu dengan sayang.

Sungmin hanya tersenyum lembut mendengar jawaban kekasihnya tadi, namun senyumannya itu perlahan memudar saat Kyuhyun mengecup bibirnya dengan lembut dan melumat bibir itu dengan sayang.

FIN

jeonmal mianhe kalau dalam FF ini kesannya kalimatnya susah dimengerti dan bahasanya rada maksain. entah kenapa akhir2 ini aku kehilangan feel buat nulis.

di FF ini aku ngerasa kesulitan banget buat ngerangkai kata-demi kata.

hem… mungkin ini FF terakhir aku untuk jangka waktu yang panjang. aku bakal jadi reader aja…

ngasi komen ata sekedar sidik jari… atau bahkan nggak ninggalin jejak sama sekali#pletak.

hehehe… tapi sejelek-jeleknya FF ini aku masih terus ngarepin RCL loh chingu…

kasidah ya… hahahahahha#plak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s