[FICLET] DON’T STOP CAN’T STOP (SPECIAL YURI’S BIRTHDAY)

Posted: 4 Desember 2011 in snsd

Author  : @layla3103

Cast       : Kwon Yuri, Yuri’s Boyfriend (guess who??), Kwon Yoora, SMTown, Star

Genre   : Romance & Family

Rating   : PG

Disclaimer: I don’t own Yuri onnie and SMTown. I just own the plot, Kwon Yoora, Star, and Cho Kyuhyun too B)

 

For my sister birthday…

Yuri onnie, Happy Birthday :*

“Don’t Stop To Love Cause We Can’t Stop”

December 4th 2011

“Hhhh… akhirnya aku bertemu ranjangku kembali…” desah Yuri, lega begitu melihat ranjangnya. Hari ini benar-benar hari yang melelahkan untuknya. Diantara semua member, hanya ia yang memiliki jadwal padat hari ini.

Bersyukur karena besok ulang tahunnya, ia mendapat libur satu hari.

BUG

Yuri tersenyum merasakan kenyamanan ranjangnya yang telah ia nantikan sejak siang.

“Ini baru surga dunia.” Ucapnya.

Ia memejamkan matanya dan bersiap melakukan petualangan di alam bawah sadarnya.

Bring the boys out!!!

Bring the boys out!!!

Bring the boys out!!!

“Aiiissshh!!!” desis Yuri kesal .

Ia bangkit dari ranjangnya lalu mengambil ponselnya.

“Halo.” Ucapnya ketus.

“Yuri-ya!! Cepat ke rumah STAR sekarang!! Yoora kejang-kejang!!” seru Eunhee -panik- dari sebrang telepon.

“MWO?! Ne! Ne! Aku ke sana sekarang!!” panik Yuri begitu mendengar berita tentang adiknya.

“Aish… ada apa lagi dengan anak itu?!”gerutu Yuri sembari mengenakan jaketnya.

~^^~

Yuri menekan bell rumah besar –kediaman member Star- di hadapannya.

“Ayo masuk!” ajak Riri setelah membuka pintu untuk Yuri.

“Ne onnie! Gomawo.” Ucap Yuri.

“Yoora kenapa onnie? Apa dia baik-baik saja?” tanya Yuri cemas sambil berjalan menuju kamar Yoora di lantai dua.

“Aku tidak tahu Yuri-ah. Kyuhyun baru saja datang membawa dokter untuk Yoora! Semoga Yoora baik-baik saja!” ucap Riri.

“Aku harap begitu…” ucap Yuri.

“Kira – kira dia kenapa ya?? Seingatku sejak kecil ia tidak pernah kejang – kejang… Apa mungkin dia… ayan?”

CTAK!!!

“Ya!! Jangan bicara yang tidak – tidak!!” seru Riri setelah memukul kepala Yuri.

“Ya!! Aku kan hanya bertanya! Kenapa kau memukulku?!” seru Yuri.

Riri mendengus kesal. “Cepat sana masuk!” suruh Riri begitu mereka sampai di depan kamar Yoora.

“Ne! Ne! Tanpa disuruh pun aku mau ma…”

BUG!!!

“Kyaaaaa!!!”

BRUK!

“YURI ONNIE, HAPPY BIRTHDAY!!!!!” seru Yoora setelah menghantam wajah Yuri dengan kue tart hingga Yuri jatuh terjengkang ke belakang.

“Saengil chukha hamnida. Saengil chukha hamnida. Saranghaneun uri Yuri, saengil chukha hamnida…” tiba-tiba semua member SMTOWN dan Star keluar dari setiap kamar di lantai dua sambil bernyanyi bersamaan dengan keluarnya Jessica dengan kue tart di tangannya.

Yuri menatap semua teman – temannya dengan mulut setengah terbuka, shock jika ia akan mendapat kejutan seperti ini di umurnya yang ke – 23 tahun (umur Korean) yang baru saja lewat beberapa menit.

“Ya!! Jangan memperlihatkan wajah seperti itu!! Cepat bangun!!” seru Yoora sembari menendang – nendang kaki Yuri.

“Jadi… ini kejang – kejang yang dimaksud Eunhee onnie??” tanya Yuri sembari menatap tajam Yoora.

“Jangan menatapku seperti itu! Salahmu sendiri, kenapa percaya dengan apa yang Eunhee onnie katakan! Sudah tahu dia itu Queen of Acting…” sahut Yoora.

“Ya! Stop! Jangan dibalas lagi Yuri-ya! Kalau kalian berdebat terus, kapan pestanya???” seru Leeteuk sebelum Yuri membalas ucapan adiknya.

Yuri mendengus kesal lalu menyeringai. Ia mengambil tart di wajahnya dengan tangannya. Dan begitu Yoora lengah, ia memoleskan tart tersebut di wajah Yoora.

“Hahahaha… satu sama!” tawanya puas.

Yoora memasang wajah kecutnya, membuat yang lain mentertawainya.

“Awas kau…” desis Yoora.

“Yuri-ya, ayo tiup lilinnya!!” seru Changmin tiba-tiba.

“Ya! Kau pasti ingin cepat – cepat makan?!” sahut Kyuhyun.

“Dasar shikshin!” ucap Victoria dan Minho bersamaan.

Jessica maju ke hadapan Yuri dengan kue tart di tangannya.

“Ayo make a wish sebelum tiup lilin!” ucap Jessica.

Yuri tersenyum lalu memejamkan matanya.

I just wanna him now, here…

Yuri membuka matanya lalu meniup lilin di atas kue tart hingga semua api di lilin padam.

“Akhirnya makan juga…” ucap Changmin lagi lalu high-five dengan Sooyoung, Shindong, Eunhyuk, dan Yoona.

Yuri memotong kuenya.

“Potongan pertama untuk…” ia melihat ke sekelilingnya.

Seandainya ada dia…

“Ya! Yuri-ya, potongan pertama harus untuk adik iparmu!” seru Kyuhyun.

“Tidak bisa! Potongan pertama seharusnya untukku!” sahut Changmin.

“Kenapa tidak untukku saja??” sahut Jessica yang mulai jengkel melihat duo evil tersebut.

“Ini untukmu!” ucap Yuri –lebih terdengar seperti orang marah- sembari menyarahkan kue pertama pada Yoora.

“Tidak ikhlas sekali sih! Berikan padaku baik – baik baru aku terima!” protes Yoora.

Yuri mengembungkan pipinya, menahan kesal. “Kwon Yoora, adikku yang paling manis, kue pertama ini untukmu.” Ucap Yuri dengan senyum dibuat-buat.

Yoora menerima kue tersebut lalu memakan kue itu. “Gomawo onnie!” ucapnya sembari tersenyum manis.

“Tapi, aku sudah tidak nafsu memakan kue ini lagi!” lanjut Yoora lalu melempar kue itu ke wajah Yuri lagi.

Sebelum Yuri berhasil menarik rambutnya, Yoora berlari kencang ke arah kamar mandi.

“KWON YOORA!!! AWAS KAU!!!” jerit Yuri kesal.

“2 – 1!!!” balas Yoora sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi.

~^^~

Yoora berjalan menghampiri Yuri yang sedang berbincang – bincang dengan yang lain.

“Ini untukmu!” ucap Yoora sembari menyarahkan sebuah kotak berbentuk balok pada Yuri.

“Apa ini?? Berat sekali!” ucap Yuri sembari membuka kado dari Yoora.

“Yoo… Yoora… ini…” Yuri menatap Yoora tak percaya.

“Bagaimana? Bagus tidak? Trophy ini dibuat dari emas murni 24 karat loh! Aku menggunakan tabunganku selama setahun ini untuk membuatnya! Jadi jangan coba – coba menolak hadiahku!” ucap Yoora.

Yuri menatap trophy emas dari Yoora.

 

Yoora Choice Award

Category The Best Sister Ever

KWON YURI

Yuri tersenyum melihat tulisan di trophy itu. Matanya berkaca – kaca, terharu dengan apa yang adiknya berikan. Tidak, ia tidak terharu karena trophy itu terbuat dari emas murni 24 karat. Tapi karena tulisan di trophy itu, ‘The Best Sister Ever’

“Gomawo nae dongsaeng!” ucap Yuri sembari memeluk Yoora.

“Aku tidak peduli trophy ini terbuat dari apa! Tulisan yang tercantum di trophy ini sudah lebih dari cukup untukku!” sambung Yuri.

“Tahu begitu kubuat dari logam karatan saja biar harganya murah! Hahaha…” balas Yoora. Ia tidak tahu bagaimana harus membalas ucapan kakaknya, jadilah kalimat itu yang meluncur dari mulutnya.

Yoora melepas pelukan Yuri. “Aku punya satu kejutan lagi untukmu!” ucap Yoora sembali menatap Yuri.

“Kejutan apa lagi?? Aish… kau mau mengerjaiku lagi ya?!” curiga Yuri.

“Aniyo! Pokoknya kau ikut saja!” balas Yoora sembari menyeret Yuri.

“Kau akan menyesal kalau kau melewatkan kejutanku yang satu ini!” Yoora menyeringai, membuat Yuri semakin curiga padanya.

~^^~

“Mana kejutannya?? Aku  sudah duduk disini dari tadi!” omel Yuri.

“Tch! Awas saja kalau sampai ia mengerjaiku akan kubun…”

“Saengil chukhaeyo my Yuri…” bisikkan lembut ditelinganya, membuat Yuri membeku.

My Yuri? Hanya satu orang yang memanggilku seperti itu dan itu hanya…

Yuri membalik badannya dan melihat kekasihnya berdiri dengan bunga di tangannya.

“Oo… oppa…” lidah Yuri terasa kelu. Ia tidak bisa mengungkapkan dengan kata – kata perasaan bahagianya ketika melihat pria yang ia cintai sekarang berada di hadapannya.

Yuri bangkit dari duduknya lalu menghampiri pria itu dan menghambur ke dalam pelukannya.

Sudah lama sekali. Ya, sudah sangat lama Yuri tidak mencium wangi tubuh kekasihnya.

“Aku merindukanmu. Sangat…” bisik Yuri.

Me too.” Balas pria itu.

Kibum –pria itu- melepas pelukannya. “Ini untukmu!” ucapnya sembari menyerahkan bunga di tangannya kepada Yuri.

“Gomawo.” Ucap Yuri sembari tersenyum manis.

Kibum duduk di bangku halaman belakang rumah member Star dengan kepala mendongak, menatap Yuri yang tersenyum padanya.

“Kau senang?” tanya Kibum.

“Sangat.” Jawab Yuri lalu duduk di sebelah Kibum.

Sorry…”

“Untuk?” tanya Yuri bingung.

“Tidak ada di sampingmu saat kau butuh tempat untuk bersandar.” Jawab Kibum.

Yuri menyandarkan kepalanya di bahu Kibum lalu mendongakkan kepalanya, menatap jutaan bintang yang bersinar.

“Aku punya banyak tempat bersandar disini.” Ucap Yuri.

“Ada Yoora, member – member SNSD, SMTown, dan juga Star yang bisa jadi tempat bersandar untukku.” lanjutnya.

“Yuri-ya… Sesulit apapun kita dalam menjalani hubungan ini, kumohon jangan menyerah dan jangan berhenti untuk mencintaiku.”

Kibum menarik tangan Yuri lalu menyelipkan sebuah cincin di jari Yuri.

“Anggap saja ini sebagai pengikat sementara diantara kita. Jika orang tuaku sudah tiba di Korea, aku akan memintamu langsung pada orang tuamu!”

Yuri dibuat terperangah oleh Kibum. Ia tidak menyangka  akan mendapat hadiah seindah ini dari Kibum.

Kibum  memutar tubuh  Yuri hingga kini mereka benar – benar saling berhadapan.

“Dengarkan aku! Meskipun kita sering terpisah jarak dan waktu, jangan ragukan aku! Jangan kira aku akan berhenti mencintaimu. Karena kau tahu? Aku tidak pernah bisa membuat diriku sendiri berhenti mencintaimu.”

“Ka… kau??” Yuri kehilangan kata – katanya. Satu pertanyaan yang ada di benaknya sekarang, bagaimana Kibum tahu apa yang ia rasakan belakangan ini.

“Yoora memberitahuku!” ucap Kibum, menjawab semua pertanyaan dalam benak Yuri.

Dalam hati Yuri memaki Yoora yang telah membocorkan semuanya pada Kibum. Sekarang Yuri hanya bisa menundukkan kepalanya, tidak enak karena telah berprasangka buruk terhadap Kibum.

“Mian…” ucap Yuri pelan.

“Aku akan memaafkanmu kalau kau mau berjanji padaku!”

“Janji apa?” tanya Yuri.

“Jangan meragukan aku lagi…” rengek Kibum membuat Yuri spontan terbahak – bahak.

“Ya! Kenapa tertawa?!” kesal Kibum.

“Hahahaha… Ani! Aku hanya… sudah lama tidak mendengarmu merengek seperti tadi oppa! Hahaha!!!”

“Aish…” desis Kibum.

Yuri berhenti tertawa lalu menatap Kibum, serius.

“Baiklah Kim Kibum,  aku berjanji tidak akan meragukanmu lagi!” ucap Yuri.

Kibum mengacak – acak rambut Yuri, hal yang –dulu- sering ia lakukan saat bersama Yuri.

“Yuri-ya!” panggil Kibum.

Yuri menolehkan kepalanya dan…

CUP

Bibir lembut Kibum mendarat di bibirnya. Membuat ia hanya bisa mengedip – ngedipkan matanya.

“Once again, happy birthday and… I love you…” bisik Kibum lalu mencium Yuri kembali.

Yuri menjauhkan kepalanya saat ciuman mereka sudah lewat dari 15 detik. “Nanti ada yang lihat oppa.” Ucap Yuri dengan wajah memerah.

“Tidak ada yang lihat! Hanya ada kita disini.” Ucap Kibum.

“Yuri-ya… kan sudah lama  tidak seperti ini…” rengek Kibum lagi.

“Dasar Pervert!” gerutu Yuri. Kibum hanya tersenyum lalu meraih tubuh Yuri dan menciumnya lagi.

~^^~

“Ya! Jangan dorong – dorong! Nanti aku jatuh!”

CTAK!!

“Berisik!!” ucap Yoora setelah memukul kepala Kyuhyun.

“Kenapa memukulku?!” protes Kyuhyun.

“Ya! Diamlah! Nanti mereka melihat kita!” peringat Key.

“Hyung, zoom! Biar jelas videonya!” suruh Key pada Changmin yang sedang merekam kegiatan Yuri dan Kibum.

“Apa yang kalian lakukan?!”

“KYAAA!!!”

BRUUUUKK!!

Kibum dan Yuri langsung saling menjauhkan diri begitu melihat Yoora, Kyuhyun, Changmin, dan Key jatuh tersungkur karena terkejut mendengar suara keras Minhye yang mendapati mereka mengintip Yuri dan Kibum.

“MINHYE!!!” seru mereka kesal.

“Be… be… rat!! Kyu!! Tubuhmu berat!!” rintih Yoora yang berada di bawah tubuh Kyuhyun.

Handycam-ku…” ringis Changmin sembari mengelus.

“Changmin hyung! Menyingkir dari kakiku!!” seru  Key.

“Dasar bocah – bocah tengik! Mengganggu saja!” gerutu Kibum.

~END~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s