2nd Seoul – Vampire I

Posted: 2 Desember 2011 in horor

Tittle : 2nd Soul

Author : Park Gyuri

Cast : Choi Siwon, Park Chira, and other

Genre : Thriller (a little bit), Romance, other

Length : Series

Ketika kau berjalan sendiri di tengah kegelapan. Ketika kau tak lagi mendengar detak suara di sekelilingmu. Siapa sangka sepasang mata merah tengah mengawasimu

+++++

~ Italia – 2001 ~

Tap tap tap

Terdengar suara ketukan berirama yang bergaung di sekitar jembatan gelap. Sepasang kaki kecil melangkah dengan santainya tanpa takut akan bahaya yang mengancam sekitarnya.

“Lalalala~” sebuar bibir mungil mengeluarkan senandung kecil yang terdengar cukup merdu memecah keheningan malam yang cukup untuk membuat bulu kuduk berdiri. hari masih menunjuk pukul 7 malam, namun jalanan sepanjang jembatan tersebut terlihat sepi dengan minimnya cahaya. Tapi sepertinya itu tak menyurutkan nyali seorang anak berumur 8 tahun yang tengah berjalan santai dengan menikmati permen lolipopnya sambil bersenandung riang menyusuri setapak demi setapak jembatan tersebut.

Sepasang mata merah yang tajam berkilat dan terlihat haus tengah menatap dari kejauhan. Dengan sepasang sayap hitam legam mengembang sempurna di balik punggungnya, sang pemilik mata merah tersebut terlihat siap untuk memakan mangsanya. Dia haus. Haus akan darah segar yang telah lama tak dirasakannya.

Seratus tahun. Selama itu lah dia tak lagi mengecap setetespun darah segar yang mengaliri kerongkongannya. Dan malam inilah batas kesabaran dalam kehausannya. Sepasang mata tajamnya terus mengikuti sosok sang anak. Menunggu hingga sang anak semakin mendekat dalam naungan tergelap dari jembatan itu.

Selangkah. Dua langkah. Semakin dekat dan dekat.

Flap flap flap

Hanya dalam sekali hentakan, sang pemilik mata merah tak lagi berada di tempatnya semula. Melainkan terbang dengan cepat siap memangsa sang anak.

Tap tap tap

Selangkah lagi sang anak akan sampai di titik tergelap jembatan tersebut.

WUSHH!!

Hembusan angin yang cukup keras berhasil menghentikan senandung riang sang anak. Sang anak terlihat sedikit kaget akan hembusan angin yang cukup keras dan tiba – tiba tersebut.

“Hai anak manis” terdengar suara bisikan sedikit berat dan dingin dari arah kegelapan di depan sang anak kecil tersebut. Sepasang mata merah terlihat berkilat menyala dari balik kegelapan tersebut. Membuat sang anak tertegun dan menahan langkah.

“Kesinilah. Jangan takut” suara tersebut berbisik lagi. Semakin jelas dan terasa semakin mendekat ke arah sang anak.

“Si.. siapa itu?” suara sang anak terdengar bergetar ketakutan.

“Ayo kemari anak manis” suara bisikan itu terdengar seperti ajakan yang menggiurkan bagi sang anak. Tanpa terasa langkah kecil itu semakin mendekat ke arah kegelapan tanpa tahu seberapa jauh langkahnya dapat berjalan.

“KYAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!”

++++

~ South Korea – 2011 ~

“ANDWAEEE!!!!”

Hosh… hosh… hosh…

Terlihat seorang yeoja terbangun dari tidurnya dengan keringat dingin mengalir deras dari keningnya. Piyama biru langitnya menjadi cukup basah oleh keringat yang terus mengalir saat yeoja itu tertidur dalam mimpi buruknya barusan.

“Andwae! Kenapa mimpi itu datang lagi?” ucap sang yeoja dengan suara lirih seakan berkata pada dirinya sendiri.

Wusshh!!!

Hembusan angin dingin di musim semi tertiup cukup kencang dari arah jendela kamar sang yeoja yang terbuka lebar. Tirai putih tembus pandangnya tersibak cukup keras diterpa sang angin. Dengan heran, sang yeoja melangkah ke arah jendela itu.

“Kenapa jendelanya terbuka? Bukannya tadi sudah kututup rapat? Aneh” ucap sang yeoja heran. Tangannya bergerak menutup jendela dan menyibak tirai yang tadinya terbuka lebar. Sebelum berbalik kembali ke tempat tidur, sang yeoja menghembuskan nafas beratnya untuk sekedar meringankan hatinya yang terasa gelisah karena mimpi buruknya tadi.

Namun saat sang yeoja membalikkan tubuhnya, terlihat seorang wanita berparas amat cantik terlihat terduduk santai di atas tempat tidurnya. Wanita itu berambut panjang pirang dengan highlight merah di beberapa sisi rambutnya. Pandangannya lurus tajam menembus benteng pertahanan sang yeoja yang kini kembali mengeluarkan keringat dinginnya.

Dan satu hal yang membuat sang yeoja itu tetap berdiri mematung dengan tubuh gemetar adalah… mata merahnya.

“Hai gadis manis” ucap sang wanita terdengar santai namun tetap seperti 6 tahun yang lalu. Terdengar sedikit berat dan berbisik dengan kesan dingin yang menggelitik saat kau mendengar suaranya. “Kau masih mengingatku?” lanjut wanita itu sambil bergerak turun dari atas tempat tidur sang yeoja.

Melihat gerakan wanita itu, sang yeoja tanpa sadar sedikit melangkah mundur ketakutan.

“Oh? Sepertinya kau masih ingat ya” ujar wanita itu sambil melangkah mendekat ke arah sang yeoja dengan langkah anggunnya.

“A… Apa yang kau la… kukan? Untuk apa kau datang kemari? Hah?” kata sang yeoja gemetaran.

“Ckckckck. Kenapa? Tentu saja aku ingin menemuimu, Shyeira Winchessey Aquino. Atau harus kupanggil… Chira Park?” jawab wanita itu tanpa menghentikan langkahnya menuju sang yeoja.

“K… Kau! Kenapa…”

“Kenapa aku bisa mengetahui siapa dirimu? Hahahaha. Sepertinya waktu 10 tahun tak cukup untukmu mengetahui siapa aku?” tanya wanita itu dengan nada mengejek.

“A… Aku tak…”

“Tak tahu? Atau kau terlalu takut untuk tahu? Tetapi aku sangat yakin kalau kau sudah tahu siapa aku secara garis besar. Benar bukan?” tanya wanita itu santai dan memasang sedikit senyum dingin dengan mata merahnya yang tak pernah lepas dari sosok sang yeoja.

Sang yeoja tertegun. Memikirkan bagaimana wanita bermata merah ini bisa mengetahui apa yang ada dipikirannya. Segalanya seakan terbaca oleh wanita itu.

“Kenapa? Kau heran? Oh ayolahhh. Tak perlu dapat membaca pikiranmu untuk tahu apa yang sedang kau pikirkan, sayang. Wajahmu sudah menggambarkan segalanya. Tapi sayangnya aku memang dapat membaca pikiranmu. Tak hanya dirimu, tapi semua orang. Tenanglah. Kau tak perlu setakut itu melihatku. Aku tak akan menggigitmu untuk kedua kalinya”

“Kau… Bisa membaca pikiran?” tanya sang yeoja terperangah.

“Tentu saja! Tapi aku kemari tak ingin membicarakan hal tak penting seperti itu. Ada suatu hal yang harus kau ketahui” ucap wanita itu sambil mendudukkan tubuh rampingnya di atas meja belajar.

“Apa itu?” sang yeoja penasaran.

“Hmm. Sebentar lagi umurmu 18 tahun bukan?” tanya wanita itu balik.

“Benar. Ada yang salah dengan itu?” rasa takut yang tadi membelenggunya sedikit berganti dengan rasa penasaran.

“Tidak. Tak ada yang salah. Hanya hidupmu akan amat berubah sejak kau menginjak umurmu yang ke 18 tahun”

“Kenapa? Apanya yang berubah?”

You’ll be a vampire at 18 years old. How wonderfull! Right?” ucap sang wanita perlahan dan dingin.

What?” seru sang yeoja tertahan.

“Don’t worry, honey. Kau hanya perlu menggigit seseorang dengan umur kurang dari 18 tahun, maka kau hanya akan menghisap darah sekali seumur hidupmu. Tapi kalau kau menggigit gadis dengan umur diatas 18 tahun, maka kau akan menjadikannya vampire seumur hidupnya”

“Are you CRAZY? Bagaimana hal itu bisa terjadi? Bukankah selama 10 tahun ini tak ada apapun yang terjadi padaku?”

“Yeah. That’s right. But… the desprectation just happen to you at your 18th. Apakah kau kira cerita tentang vampire selalu seperti yang sering kau baca di buku dongeng. Itu hanya cerita. Fiksi! Bahkan belum tentu sang penulis mengetahui seluk beluk seorang vampire kan? ujar wanita itu santai.

“Hah? So… You mean… You’re a VAMPIRE??? Hahahahaha. That’s so funny. You know? F-u-n-n-y. You’re kidding now. Right?”

Oh please! Apakah aku terlihat seperti pelawak? Atau seperti orang yang sedang bercanda? Listen! Kuulangi sekali lagi! Kau hanya perlu menggigit seseorang yang berumur kurang dari 18 tahun. Hal yang sama dengan yang sedang akan kau alami ini akan terjadi pada korbanmu itu. Kalau kau menggigit seorang wanita diatas 18 tahun, maka dia akan menjadi vampir seumur hidupnya. TAPI jika kau menggigit seorang pria dengan umur diatas 18 tahun, maka pria itu akan menjadi budakmu hingga bulan purnama berikutnya. That’s so simple!” jelas wanita vampir itu dengan menekankan pada kata KURANG, WANITA, dan PRIA. “Ah ya! Rasa haus itu akan mulai terasa padamu saat bulan purnama pertama saat umurmu yang ke 18. Itulah kenapa aku tak menyukai umur 18 tahun. Begitu rawan dan begitu bebas akan segala resiko.” Wanita vampire itu mengatakan kata demi kata tersebut dengan nada dan gerak tubuh yang amat santai.

Mendengar penjelasan itu memaksa sang yeoja untuk berpikir keras. Diam. Itulah yang sedang dilakukannya. Bingung? Jelas terpancar dari raut wajahnya. Takut? Siapa yang tak takut jika hidupnya akan mendapat tantangan sebesar itu?

“Ingat! Kau hanya perlu menggigit seorang wanita yang berumur lebih dari 18 tahun dan kurasa itu adalah hal yang sangat mudah” ucap wanita vampir itu yang ternyata telah berdiri di dekat jendela yang entah sejak kapan terbuka lebar kembali.

“Tunggu! Aku hanya perlu menggigit dan menghisap darahnya bukan? Dan itu hanya terjadi sekali seumur hidupku. Benar?”

“Yes. You’re right, smart girl”

Wait! Kalau aku membutuhkanmu… Bagaimana caraku menemuimu?” tanya sang yeoja ragu – ragu.

“Aku yang akan menemuimu. Jangan khawatir” ucap wanita vampir itu dengan senyum yang sangat berbeda daripada sebelumnya. Senyumnya terlihat… meneduhkan.

“Baiklah… ehm” kata sang yeoja menggantung karena kebingungannya harus memanggil wanita itu apa.

“Rebecca. Just call me Bekah. Ok? See you, honey” ucap wanita vampir itu dan dalam satu kedipan mata, wanita itu menghilang dari pandangan di tengah gelapnya malam.

++++

“Chira ya!” terdengar suara panggilan terhadap seorang yeoja yang tengah berjalan menyeberangi lapangan kampusnya.

“Oh! Yurin ah!” seru Chira.

“Aigooo~ Aku merasa gugup!” ucap Yurin setelah berhasil mengejar Chira yang tengah berada di sisi lapangan lainnya dari tempat dia berdiri tadi.

“Mwo? Gugup? Waeyo?” tanya Chira penasaran.

“Tentu saja karena kita akan menyelesaikan Masa Orientasi kampus kita”

“Bukannya itu hal bagus? Akhirnya setelah satu semester menjalani Masa Orientasi, kita menyelesaikannya juga. Kenapa harus gugup?”

“Aish! Kau ini! Tentu saja karena kesempatan untuk bertemu Seungho oppa menipis. Kalau bukan karena ada orientasi seperti ini, mana mungkin aku bisa berbicara banyak dengannya”.

“Aigoo~ Kukira karena apa. Ternyata karena hal seperti itu”.

“Mwo? Kau ini! Seperti kau tak akan merasa kecewa saja. Kau kan masuk ke Seoul University karena mengejar Siwon oppa tersayangmu itu. Iya kan?”

“Aniyo! Yak!! Jangan mengada – ada!” seru Chira sedikit keras karena kaget.

“Ahahahah!! Lihatlah wajahmu! Sudah semerah kepiting rebus!” ejek Yurin puas. Sedangkan Chira yang merasa di ejek berusaha keras menenangkan detak jantungnya yang tiga kali lebih cepat.

“Ayo semua berkumpul!” seru sebuah suara yang diperbesar menggunakan megaphone.

“Ah! Ayo kita kumpul! Sunbae sudah memanggil kita” seru Chira berusaha menghentikan tawa Yurin yang terdengar cukup keras untuk membuat beberapa orang yang berada di sekitar mereka menoleh heran ke arah mereka.

“Hari ini kita akan berangkat ke Mokpo dalam rangka penutupan masa orientasi mahasiswa baru. Seperti yang kalian ketahui, kita akan di Mokpo selama seminggu. Kalian sudah membawa semua barang yang diperlukan?” seru panitia orientasi.

“SUDAHHH!!” jawab para peserta serempak.

“Okay! Let’s GOOOO!!

 

Cut!!! *gaya sutradara

#digetok reader

Penasaran ada hal apa yang terjadi saat camp mereka?

Terusan part 1 ini udah ada kok. Tenang aja^^

Jangan lupa tinggalkan comment juga^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s